Tim Gadjah-AT Juara 1 Kompetisi LKTI DISCO 2023

Tim Gadjah-AT Juara 1 Kompetisi LKTI DISCO 2023

Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada bppp-tegal.com kembali menorehkan prestasi membanggakan. Prestasi kali ini diraih Tim Gadjah-AT yang berhasil menang pada perlombaan Kompetisi Lomba Karya Tulis Ilmiah dalam perlombaan The 6th Diploma Civil And Architecture Scientific Competition (DISCO) Universitas Diponegoro 2023.

Tim Gadjah-At yang beranggotakan Naufal Fauzi dan Felix Arion Sianipar mahasiswa Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik UGM 2020 berhasil meraih juara I. Dengan mendapat bimbingan dari Ir. Intan Supraba, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng, dalam kompetisi ini Tim Gadjah-AT berhasil membuat inovasi yang berjudul TERRE: Smart Integrated Drainage System With Greenwater Treatment sebagai Solusi Penanggulangan Banjir Kota Semarang.

Menurut Felix Arion Sianipar selaku ketua tim TERRE: Smart Integrated Drainage System With Greenwater Treatment sebagai Solusi Penanggulangan Banjir Kota Semarang merupakan inovasi yang muncul setelah melihat banyaknya kejadian bencana banjir yang melanda di negara Indonesia, terlebih di Kota Semarang. Secara garis besar, inovasi ini bekerja dengan menggabungkan empat komponen utama yaitu penggunaan french drain, embung, floating treatment wetland, dan Intenet of Things (IOT).

“Empat komponen ini digabungkan untuk menjadi sistem pengolahan dan pengelolaan air hujan yang terintegrasi dan masif supaya dapat digunakan oleh masyarakat,”ujar Felix di Fakultas Teknik UGM, Rabu (5/7).

Felix menjelaskan air hujan yang jatuh ke bumi tidak langsung dialirkan ke badan air, tetapi dapat diresapkan dan ditampung terlebih dahulu untuk selanjutnya digunakan kembali oleh masyarakat sebagai air baku yang bersih. Dengan adanya Terre ini, Tim Gadjah-At berharap dapat mengurangi potensi bencana banjir di tengah lingkungan masyarakat, mengurangi penggunaan air tanah, dan mewujudkan empat poin SDGs, yaitu pada poin 6, 11, 12, dan 13.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kompetisi Diploma Civil and Architecture Scientific Competition di Universitas Diponegoro memiliki beberapa tahap seleksi. Pertama, peserta lomba diberikan kesempatan dan waktu untuk membuat abstrak karya tulis yang ingin dibawakan sesuai dengan subtema yang ada. Kedua, setelah tahap pertama maka tahap selanjutnya peserta yang lolos berikutnya akan membuat karya tulis berupa jurnal untuk diseleksi oleh juri.

Dari seleksi oleh juri dipilih empat tim yang terbaik untuk maju ke tahap final dan presentasi. Hasil dari kompetisi inipun berupa hasil karya tulis yang akan dipublikasikan sebagai jurnal dalam naungan Jurnal Proyek Teknik Sipil (Potensi) Universitas Diponegoro.

“Tim Gadjah-AT tentu sangat bersyukur dapat membawa nama Universitas Gadjah Mada, terlebih Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM. Kami senang dan bangga untuk ini,” ucap Felix.

Dua Calon Mahasiswa Universitas Lampung Penyandang Disabilitas Ikuti Seleksi Jalur Mandiri

Dua calon mahasiswa difabel tidak menyerah untuk mewujudkan mimpi mereka melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Keduanya adalah Prima Sahih Gunawan dari SMK Wiyata Karya dan M Yazid Satria dari SMAN 1 Metro yang mengikuti tes seleksi jalur mandiri Universitas Lampung (Unila), Selasa, 4/7/2023.

Tes seleksi ini mengfungsikan metode Computer-Based Test (CBT) yang dikerjakan di Gedung UPT TIK Unila. Prima dan Yazid mendapat fasilitas ruang spesifik di lantai satu gedung tersebut dikarenakan situasi fisik mereka yang butuh alat bantu. Masing-masing dari mereka mendapat satu pendamping spesifik waktu menekuni tes.

Prima mengatakan, ia telah pernah jalankan tes sama waktu mengikuti tes UTBK SNBT 2023. Namun, dirinya jadi kurang siap waktu itu dikarenakan waktu persiapan yang singkat. Ia pun mengaku jadi penat waktu mengerjakan soal-soal tes.

Meski demikian, Prima tak patah arang. Ia senantiasa bersemangat untuk mengejar cita-citanya jadi mahasiswa Unila. Ia terhitung mengapresiasi layanan yang diberikan panitia dan pengawas tes.

“Saya jadi lebih nyaman dan terbantu di sini. Pengawas dan panitia sigap melihat situasi saya yang layaknya ini. Saya seharusnya tes di lantai tiga, tetapi pihak panitia beri tambahan ruang spesifik di lantai pertama untuk saya,” kata Prima yang mampir bersama dengan mengfungsikan tongkat penyangga.

Sementara itu, bersama dengan dibimbing orang tuanya, Yazid yang terhitung punyai gangguan kesegaran terhadap kakinya, mengaku suka dapat mengikuti tes seleksi di Unila.

Yazid yang mengikuti tes dari atas kursi rodanya meminta dapat lolos dan jadi mahasiswa S-1 Ilmu Hukum di Unila. Ia mengaku tertarik bersama dengan bidang tersebut dikarenakan mengidamkan studi lebih banyak perihal beraneka segi hukum.

Dua calon mahasiswa berkebutuhan spesifik ini menyatakan bahwa tidak tersedia kendala untuk menggapai impian. Mereka meminta sehingga Unila dan perguruan tinggi lainnya dapat beri tambahan layanan yang ramah dan inklusif bagi seluruh calon mahasiswa, khususnya yang punyai kebutuhan khusus. Untuk informasi lebih lengkap anda bisa visit us.