Henti Jantung (Cardiac Arrest)

Henti Jantung (Cardiac Arrest)

Henti jantung mendadak yang dikenal juga bersama arti cardiac arrest atau sudden cardiac arrest (SCA) adalah suasana jantung yang tiba-tiba berhenti berdetak. Padahal, detak jantung tandanya bahwa organ ini bekerja bersama baik, yaitu memompa darah.

Apabila jantung berhenti berdetak, itu artinya jantung tidak bekerja bersama baik. Darah akan berhenti dipompa berasal dari jantung menuju organ penting lainnya, seperti otak, hati, dan paru-paru. Akibatnya, suasana ini membuat penderitanya tidak bernapas normal, tidak sadarkan diri, atau lebih-lebih berhenti bernapas.

Jantung memiliki sistem elektrik internal yang mengendalikan ritme detak jantung. Beberapa kasus detak jantung mampu berlangsung terkecuali sistem elektrik internal berikut mengalami kerusakan.

Kondisi rsstrokebkt ini terkadang terkait erat bersama kasus detak jantung lainnya, seperti aritmia dan serangan jantung.

Aritmia membuat jantung berdetak tidak beraturan. Sementara itu, serangan jantung merupakan matinya jaringan otot jantung akibat kehilangan pemasukan darah.

Kedua suasana berikut mampu membuat jantung berhenti bekerja bersama tiba-tiba. Apabila tidak ditangani bersama segera, henti jantung mampu membuat kematian atau disabilitas.

Saat jantung berhenti, kurangnya suplai darah bersama oksigen mampu membuat rusaknya otak. Kematian atau rusaknya otak permanen mampu berlangsung didalam 4-6 menit.

Maka berasal dari itu, apabila Anda atau orang lain mengalami gejala henti jantung, segera cari pemberian medis darurat.

Seberapa umumkah penyakit Cardiac arrest ini?

Cardiac arrest adalah suasana yang amat sungguh-sungguh bersama persentase perihal yang memadai tinggi. Diperkirakan ada sebanyak 7 juta kasus henti jantung yang berakhir bersama kematian tiap-tiap tahunnya.

Selain itu, suasana ini lebih banyak ditemukan terhadap laki-laki dibanding perempuan, bersama perbandingan sebesar 3:1. Kasus jantung berhenti juga lebih banyak berlangsung terhadap orang-orang berusia lanjut, pada 45 sampai 75 tahun.

Orang-orang yang memiliki kasus atau penyakit terhadap jantungnya juga lebih rentan mengalami suasana ini. Henti jantung mampu ditangani bersama cara kurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan bersama dokter untuk Info lebih lanjut.

Tanda & gejala cardiac arrest (henti jantung)

Cardiac arrest adalah tipe penyakit jantung mampu berlangsung secara mendadak. Gejala henti jantung yang biasanya berlangsung meliputi:

  • Tiba-tiba tubuh ambruk.
  • Tidak ada denyut nadi.
  • Tidak bernapas.
  • Hilang kesadaran.

Pada beberapa kasus sebelum terjadinya cardiac arrest, ada beberapa gejala yang dirasakan oleh penderitanya. Gejala cardiac arrest berikut adalah:

  • Rasa tidak nyaman terhadap dada (angina).
  • Sesak napas.
  • Palpitasi jantung (sensasi jantung berdegup kencang).
  • Tubuh kelemahan.

Kapan harus periksa ke dokter?

Cardiac arrest adalah suasana yang amat berbahaya. Oleh sebab itu, harus segera penanganan medis. Dilansir berasal dari laman Kesehatan, Anda harus meraih pemberian medis dikala mengalami gejala henti jantung berikut ini.

  • Nyeri dada yang berulang bersama sering.
  • Jantung berdebar.
  • Detak jantung melambat atau bradikardia.
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur (aritmia).
  • Wheezing atau sesak napas tanpa alasan yang jelas.
  • Pingsan atau hampir pingsan.
  • Pusing.

Tubuh masing-masing orang menunjukkan gejala dan gejala yang bervariasi. Untuk meraih penanganan yang paling pas dan sesuai bersama suasana kesehatan Anda, segera hubungi dokter terdekat.